Jumat, 31 Mei 2013

4 Tahun Perjalanan

Masih teringat sekali anggapan remeh mereka terhadap kami,
Masih terdengar dengan jelas hinaan mereka terhadap kami,
Masih terngiang dengan jelas pandangan sebelah mata mereka terhadap kami,


Sebuah Cerita Masa Lalu
Saat itu kami masih baru, baru tahu dan ingin mengenal sebuah aktifitas yang kami anggap baru, walaupun sebenarnya apa yang kami kagumi bukan sebuah hal yang baru lagi. Namun keingin tahuan kami akan aktifitas itu sepertinya direspon tidak baik oleh mereka yang mengganggap dirinya “senior”, yayayaya..... seperti “senior” yang selalu benar dan “junior” selalu salah....hmm.....ok...

“junior” tidak perlu bertingkah laku ‘aneh – aneh’ seperti yang dilakukan “senior”
“junior” harus selalu ‘hormat’ kepada “senior”
“junior” tidak boleh banyak omong
Dan beberapa ‘respon’ mereka terhadap kami, yang mereka bilang kami “junior”


Itu kesan pertama kami setelah kami mengikuti aktifitas baru itu hampir seharian, dan ternyata respon yang kami tangkap juga sama dengan salah satu rekan kami yang pada saat itu juga baru pertama kali ikutan, dan baru pertama kali tahu, walaupun sebenarnya secara umur juga ada yang dibawah mereka yang menganggap dirinya “senior”.

Memberikan sebuah konsep baru tentang aktifitas tersebut
“Senior”..... hmm..... Saya lebih sepakat dengan “Yang lebih dulu” berkecimpung dalam dunia tersebut ketimbang “Senior”, itu juga yang diamini oleh rekan baru kami. Disisi lain saya sempat under estimate terhadap aktifitas ini yang saat itu aktifitasnya tidak lebih dari sekedar foto-foto, joyride, cabride (*saat itu sangat sering dilakukan), kongkow-kogkow untuk bersenang – senang saja.
Kami menganggap dalam aktifitas baru tersebut sebenarnya banyak sekali aktifitas – aktifitas penunjang lainnya, yang lebih bermanfaat untuk yang lebih luas. Karena sesuatu yang kami sukai itu sangat  dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan merupakan peninggalan sejarah yang bisa dijadikan sebagai identitas bangsa yang berpotensi untuk mengembangkan bangsa ini seharusnya.
Salah satunya berbagi dengan pengguna dan ‘petugas’ (non perusahaan) yang juga turut dalam operasionalnya, berbagi ilmu dengan masyarakat yang sedang duduk di bangku pendidikan, sekaligus silaturahmi dengan petugas operasional di lapangan, menurut hemat kami hal – hal tersebut akan lebih bermanfaat ketimbang ‘senang-senang’ belaka.

Kerikil Tajam Perjalanan
Akhirnya kami sepakat untuk membentuk sebuah wadah baru dengan konsep “lebih bermanfaat” yang kami pahami sebelumnya, dan banyak yang merespon tentang wadah baru kami itu. “kenapa tidak bergabung saja dengan yang sudah ada ?? “ itu pertanyaan yang serig kami dengar dan kami lihat di beberapa forum. Bahkan tidak sedikit pula yang mengajak kami duduk bareng, terkesan wadah baru kami itu merupakan masalah bagi mereka a.k.a “senior” dan masih banyak respon – respon negatif lainnya tentang wadah baru tersebut. Kondisi itu malah menjadikan kami semakin bersikukuh dan semangat untuk tetap melanjutkan dan tetap membuktikan bahwa wadah baru tersebut berbeda dengan wadah – wadah yang sudah ada sebelumnya. Satu hal alasan kami untuk tidak bergabung dengan mereka, karena kami berbeda dan punya arah tujuan jelas, kecuali kalau kami tidak punya  konsep dan arah tujuan yang jelas.
Ada satu hal yang membuat kami geram, saat kami hendak membuat sebuah kegiatan kunjungan edukasi di suatu instansi yang tertutup saat itu. “ Surat ijinnya sudah ada tidak ?? “ Sebuah pertanyaan bodoh bagi saya..... mungkin karena wadah baru itu dan dianggap kami itu buta akan prosedural mungkin, sehingga muncul pertanyaan seperti itu di sebuah forum. Yayayayaya.....
Tahun pertama kerikil tajam banyak datang dari kalangan luar ( ekstern ) baik dari rekan kami sendiri maupun dari kalangan petugas, dan itu kami lalui dengan tidak mudah.

Di Tahun kedua tantangan kami bertambah dari dalam wadah itu sendiri, berbagai masalah intern dengan berbagai latar belakang masalah salah satunya masih belum bisa membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan wadah, hingga masalah pribadi menjadi masalah wadah. Menurut saya, hal itu sangat disayangkan sekali, karena urusan personal berimbas kepada kelompok.  Masalah selanjutnya tentang komunikasi, antara satu sama lain sepertinya masih sulit mengkomunikasikan dengan tepat sehingga timbullah istilah miss-komunikasi. Memang dalam sebuah perkumpulan itu, tidak mungkin tidak ada “masalah”, justru kondisi tersebut merupakan sebuah warna yang menghiasi wadah ini, dan yang paling hebatnya ketika wadah ini mampu menghadapi “masalah” tersebut tanpa meninggalkannya, hal itu akan semakin memperkuat wadah ini untuk tetap eksis berada di jalurnya, di sisi lain hal itu juga sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Hal itu tidak dipungkiri, masih sering terjadi hingga saat ini.

Jika Memang cinta, maka cintai itu dengan Totalitas
Ya..... jika memang cinta, maka cintai itu dengan cara yang positif, dengan totalitas termasuk dengan konsekuensinya. Rasa itu samahalnya ketika kita sudah memilih seseorang sebagai pasangan hidup kita, cintai dengan totalitas walaupun tidak ada yang namanya kesempuraan. Jika ada yang kurang sebaiknya jangan ditutup – tutupi, tapi berupaya untuk melengkapi, melengkapi dengan yang lebih baik tentunya, denga cara apa...?? ya dengan mengkomunikasikannya kepada orang yang tepat, yang punya wewenang besar pada wadah ini.

Harapan Kedepan
Harapan kedepan wadah ini sebagai NGO ( Non-Goverment Organization ) atau lebih familiarnya sebagai wadah yang independen (red: Bebas) tidak banyak kok, salah satunya bisa bekerja sama kepada beberapa instansi terkait dan mendukung beberapa kebijakan – kebijakan tanpa adanya sebuah keterikatan yang tentunya sesuai dengan visi dan misi wadah ini.   




We Care, Love and Protect
Go Train Go Green

Visi :
Menjadi komunitas publik yang memiliki kepedulian serta rasa kecintaan terhadap kereta api

Misi :
Menyediakan wadah aktivitas dan kreativitas serta pembinaan bagi seluruh warga negara Indonesia yang memiliki rasa kepedulian serta rasa kecintaan terhadap kereta api.

Budaya Komunitas :
Kesukarelaan beraktifitas untuk peduli dan cinta terhadap kereta api.
Organisasi yang terstruktur dan tepat guna.
Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Usaha yang bermanfaat untuk anggota komunitas dan seluruh masyarakat.
Taat terhadap semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Eksistensi kemitraan dengan semua pihak.
Regenerasi yang konsisten dan berkesinambungan.

Surabaya, 31 Mei 2013
2.32 a.m

gambar ilustrasi 1 dari sini




Categories: ,

0 komentar: